Se connecter借金返済のため、恋リアの悪女役を引き受けた無名女優・怜奈。目当ては出演料、恋する予定は一切なし!なのに、人気俳優も敏腕社長も格闘家も、台本そっちのけで本気のアプローチを仕掛けてきて……?――誰を選ぶかは、私が決めます。
Voir plus“Hey!” seru Esther kencang melawan deru hujan disekitar mereka. Sebab Gaara tiba-tiba saja terbangun dan menarik Esther ke dalam pelukannya.
Sebelum Esther bisa mengucapkan apa-apa lagi, Gaara mendorong Esther hingga punggung gadis itu menempel ke mobil, kemudian tanpa ba bi bu pria itu langsung melumat bibir Esther secara serampangan.
“!” Esther terlalu kaget dengan apa yang baru saja terjadi diantara mereka berdua. Tubuhnya membeku, tetapi tanpa sadar gadis itu mengerang ketika lidah Gaara bergerak membuka bibirnya. Tindakan pria itu membuat Esther dapat mengecap rasa alkohol beserta rasa dari makanan yang mereka makan.
Mula-mula memang Esther terlalu terkejut untuk bisa menghentikan Gaara, tetapi beberapa saat kemudian dia sudah tidak peduli lagi soal benar dan salah. Gelombang gairah yang memabukan terlalu membutakan buatnya, menerpa hingga dia tidak bisa berpikir secara rasional.
‘Sial, oh Tuhan … ciuman pertamaku’ sisi dalam pikirannya berteriak. Tidak pernah terbayangkan sedikitpun bahwa ciuman pertamanya akan terjadi di tengah hujan, tubuhnya dihimpitkan ke mobil, dan yang paling tidak masuk akal adalah dia melakukan semua ini dengan seorang Gaara Maxwell. Orang yang lekat dengan sebutan badboy di kampus.
Kedua tangan Gaara yang tadinya berada dibahu Esther mulai meluncur turun ke pinggangnya.
“Hmmp …!” Esther sempat terkesiap ketika Gaara menarik pinggulnya agar mereka semakin menempel satu sama lain. Tak cukup sampai disitu tangan kanannya bahkan bergerak ke balik sweater tipis Esther yang telah basah kuyup. Gaara dengan mudah membuka kaitan bra yang Esther kenakan dengan tangannya merayap ke baliknya. Tangannya mula-mula hanya mengusap, kemudian berlanjut dengan belaian.
“Ngh ….” Tindakan Gaara memancing erangan gairah bercampur panik dari tenggorokan Esther. Sensasi ini terlalu liar, dan Esther sangat takut tidak bisa melarikan diri lagi, dia takut tidak bisa mengontrol responnya sendiri ketika ciuman Gaara semakin panas.
Detik berikutnya Esther tersentak hebat, Pria ini sedang mabuk dan bergairah, dan Esther hanyalah perempuan yang kebetulan berada disekitarnya. Pikiran tersebut berhasil mengumpulkan kembali sisi kewarasannya dan mengusir seluruh gairah menggebu-gebu yang menerpanya. Lalu dengan sekuat tenaga Esther mendorong pria itu, tetapi dia tetap saja tidak bergeming.
Menyadari mendapatkan penolakan dari pasangannya, Gaara akhirnya mengangkat kepalanya membuat Esther lega. Tetapi sejurus kemudian dia malah melakukan hal yang lebih parah, mencium rahang, dagu, lalu turun ke lehernya. Tangan kiri yang tadi berada di pinggang Esther mulai merayap ke atas dan menyentakan kepala gadis itu hingga mendongak agar Gaara bisa lebih bebas mengeksplorasi lehernya. Tangan kanannya yang sejak tadi berada dalam pakaian Esther mulai bergerak makin liar.
“Oh my God.” Esther hanya bisa mendongak, menatap langit, menatap hujan yang sangat disukainya. Ini gila! Tubuhnya terasa luluh lantah oleh sentuhan Gaara, isi kepalanya semraut tidak karuan. Esme sudah pasrah, kenikmatan ini tidak bisa dia lewatkan.
“HEY APA YANG KALIAN LAKUKAN DISANA?!”
Begitu mendengar suara seorang perempuan membelah gemuruh hujan, Esther langsung tersentak, Gaara juga kaget sehingga akhirnya Esther bisa memanfaatkan kesempatan itu untuk menjauh dari Gaara. Secepat kilat Esther memperbaiki pakaiannya yang nyaris diporakporandakan oleh pria itu. Meskipun tidak banyak yang bisa dia lakukan karena pakaiannya sudah diguyur habis-habisan oleh air hujan.
“Gaara, sebaiknya kau masuk.” Suara Esther terdengar mencicit, dia tidak berani menatap Gaara sama sekali. Ini terlalu memalukan. Jadinya dia hanya mendorong punggung pria itu agar dia mau mendaki tangga menuju pintu di depan sana.
Tepat di depan pintu tersebut berdiri seorang gadis bertubuh mungil dengan rambut pendek sebahu, kedua tangannya tersilang di depan dada dan wajahnya memerah karena campuran marah dan juga malu. Esther tahu kalau dia melihat apa yang baru saja mereka perbuat.
“Siapa kau?” tanyanya tajam pada Esther. “Apa kau pacarnya, Master Gaara?” tuntutnya.
“Tidak … aku bukan …” Mendadak dia merasa linglung karena masih belum terbebas sepenuhnya dari adegan tadi. Dia masih terbawa intensitas ciuman yang tadi diberikan oleh Gaara padanya. “Aku … hanya temannya dikampus.”
Gaara yang tidak mengindahkan si gadis rambut coklat langsung masuk ke dalam rumah begitu saja sambil menarik tangan Esther bersamanya. “H—Hei! Aku harus pulang,” ujar Esther sambil mencoba menarik tangannya agar terbebas.
“APA? PULANG?” teriak gadis itu lagi, membuat Esther terlonjak. Apakah dia punya hobby berteriak atau apa?
“Ya, rumahku tidak ja—”
“Dengan pakaian seperti itu dan cuaca seperti ini? apa kau mau kena pneumonia? Tidak. tidak. Kau harus menginap disini malam ini.”
“Ha?”
Esther benar-benar tidak memahami cara berpikir gadis itu, beberapa saat lalu dia bersikap bak membenci Esther dan mencurigainya. Bukannya tadi ini dia marah karena melihat Gaara menciumnya? Kenapa sekarang dia malah memintanya menginap?
Tanpa menyahut, gadis itu segera menutup pintu kemudian berbalik dan menarik Gaara menjauh dari Esther dengan segera. “Kau tunggu disini sebentar, aku perlu mengurus Master Gaara lebih dulu. Nanti aku bawakan kau handuk.” Gaara melepaskan pegangan tangannya pada Esther lalu mengikuti gadis itu naik ke tangga mewah yang pastinya menuju ke kamar pribadinya.
Sebelum Esther bisa memprotes, mereka sudah menghilang. Jadi pada akhirnya Esther yang belum sepenuhnya bisa memproses rangkaian kejadian tadi hanya bisa berdiri termenung. Tanpa sadar dia bahkan menyentuh bibirnya yang membengkak, bibir yang beberapa saat lalu dilumat oleh Gaara. Wajahnya langsung merah padam. Dia baru saja kehilangan ciuman pertamanya, apakah hal itu akan ada dampaknya pada kehidupan sosialnya nanti? Apa kata ayahnya kalau dia tahu anak perempuannya menginap di rumah orang lain, terutama rumah seorang anak laki-laki? Esther begidik memikirkannya.
“Kau bisa menggunakan handuk ini untuk mengeringkan tubuhmu.” Suara feminim kembali terdengar, Esther menatap si gadis tadi dan kini ditangannya sudah ada handuk yang disodorkan kepada Esther.
“Terima kasih, tetapi sebetulnya rumahku tidak jauh. Hanya berada di ujung jalan ini. Jadi aku tidak akan mengi—”
“No way!” gadis itu menyela perkataan Esther. “Aku sudah menelepon Ms. Amber, begitu aku menyebutkan ciri-cirimu beliau bilang kau harus menginap dirumahnya malam ini.”
Eh? Apa? Amber Maxwell mengenalnya? Esther tidak pernah ingat dia pernah bertemu secara langsung dengan sang supermodel kenamaan itu sebelumnya. Tetapi kalau dipikir-pikir bisa saja dia mengenal Esther karena ayahnya.
“Ms. Amber tidak menerima penolakan,” tambah gadis itu lagi sambil memberikan cengiran kepada Esther. “Ngomong-ngomong namaku Stella. Aku asisten Master Gaara selama Ms. Amber berada diluar negeri,” jelas Stella seraya menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan, dan Esther menerimanya kemduian.
“Esther,” sahutnya. Mendadak si Stella ini tidak segalak di depan pintu depan tadi. Kini dia malah seperti sedang menilai Esther.
“Aku akan mengantarkanmu ke kamar tamu,” ajak Stella dan Esther kembali ragu-ragu mengikutinya yang membuat gadis itu kembali melihat Esther lagi. “Kelihatannya kau juga harus pakai baju ganti.”
“Tidak usah aku—”
“Kau tidak boleh tidur nekat dalam kondisi telanjang. Tenang, urusan baju ganti biar aku yang atur,” ujar Stella seraya mengedipkan matanya kemudian bergegas menuju kamar tamu yang diikuti oleh Esther dibelakangnya. Kini Esther malah disibukan dengan pikiran-pikiran lain soal pengalaman menginap perdananya dirumah Gaara. Kenapa jadi begini?
相沢との訴訟資料を整理していると、おかしな数字が見つかった。元の事務所が怜奈に請求した保証債務の元本と、当時の会計帳簿にある支出額が合わなかった。差額は800万円。最初は単なる利息の差だと思った。弁護士は、会計資料をもっと確認しようと言った。「桐生社長に見せてもいいですか?」怜奈が聞いた。「個人情報を伏せて、正式な助言ではなく意見を聞くだけなら、ご本人で判断してください。ただし、法的な判断はこちらで行います」怜奈は機微な情報を消し、数字の表だけを桐生に見せた。彼は5分間、何も言わなかった。「これは、会計士に見てもらうべきです」「社長には、わからないんですか?」「見ることはできます。でも、私が結論を出すべきではない」何か所か印をつけた。「支払日と貸付金の計上日が違います。一部は会社の運営費と混ざっています。独立した会計士に、資金の流れを組み直してもらってください」「お金、かかりそうですね」「かかるでしょう」怜奈はため息をついた。桐生は、自分が払うとは言わなかった。代わりに、こう言った。「差額が800万円あるなら、訴訟費用との兼ね合いで調べる価値があるか、まず弁護士と計算してください」「やっぱり計算」「お金の問題ですから」***怜奈は弁護士と相談し、範囲を絞って外部の会計士に調査を依頼した。
翌週のドラマ撮影は屋外だった。病院の屋上という設定の場面を、実際の建物の屋上で撮った。風が予想以上に強かった。安全担当は手すりから二メートル内側に動線を引き直し、照明スタンドには砂袋を追加した。リハーサル中、台本が風で飛ばされ、怜奈は笑った。「これ、芝居より紙をつかまえるほうが難しいですね」相手役も笑った。撮影は問題なく進むように見えた。そのとき、補助照明のスタンドが一本揺れた。「ストップ!」安全担当が先に叫んだ。撮影は即座に止まった。スタンドは倒れなかったが、固定クランプが一つ緩んでいた。怜奈は遠くへ下がった。その日、番組の撮影を休んで自分の練習を終えた神崎は、軽食の差し入れを手配しようとして、現場のことを知った。直接駆けつけてはこなかった。代わりに、メッセージが届いた。【大丈夫?】【うん。撮影を止めて点検中】【けが人は?】【いない】【じゃあ、安全担当の言うこと聞いとけ】最後の一文に、怜奈は笑った。以前の彼なら、誰が管理していたのかを真っ先に問い詰めただろう。***点検の結果、クランプ自体が老朽化していた。機材会社は同じ型をすべて交換すると決め、制作側は午後の撮影を2時間遅らせた。損失は出た。それでも、時間がもったいないと強行する人はいなかった。監督が俳優たちに言った。「待たせて申し訳ないけど、
延長期間の半分が過ぎた頃、制作側が初めて最終回の構成を明かした。最終日、出演者は『番組が終わってからも会いたい人』を一人ずつ書く。相思相愛なら、カメラの前で短くデートの約束をする。交際の強制ではない。それでも、一人という条件は残っていた。怜奈は長い間、紙を見ていた。担当プロデューサーが聞いた。「負担ですか?」「はい」「形式そのものを変えるのは難しいです。ほかの出演者も、同じルールなので」「わかってます」怜奈はすぐに争わなかった。番組は番組だ。ただ、自分がどう答えるかは、別の話だった。***その夜、三人は不思議なほど静かだった。神崎は、怜奈の気持ちが一人だけに向いていないことを、もう知っていた。黒崎と桐生には、まだ直接伝えていない。いつまでも先延ばしにはできない。怜奈はまず、黒崎に声をかけた。「少し、お話ししませんか」撮影の終わったバルコニー。怜奈はドアの取っ手を触っていた。「私、神崎さんには、もう言ったんです」黒崎の表情が、ほんの少し硬くなった。「何を?」「好きだって」短い沈黙。怜奈は逃げなかった。「でも、黒崎さんも、桐生社長も好きだって、一緒に伝えました」黒崎はしばらく黙っていた。
ドラマ二度目の撮影は、救急外来のセットだった。怜奈の出番は多くなかったが、初めて感情の大きく動く場面があった。交通事故の患者の家族が、医療スタッフに怒鳴る。怜奈の演じる佐倉由衣は、その家族を落ち着かせなければならない。リハーサルで、相手役が予想以上に強く手首をつかんだ。「カット」監督がすぐに止めた。「手首をつかむ動きは、打ち合わせになかったですよね?」相手役は申し訳なさそうにした。「感情が高ぶって、つい」怜奈は手首を回してみた。「大丈夫です」監督が尋ねた。「この動き、残します? 嫌なら外しましょう」怜奈は少し考えた。場面には必要に見えた。「残して大丈夫です。ただ、場所を決めて、力は抜いてください」アクション担当が二人の間に入り、つかむ位置と離すタイミングを合わせた。再び撮影。相手役が手首をつかむ。今度は、予想した強さだった。怜奈は無理に振りほどかなかった。「ご家族の方」低い声。「お気持ちはわかります。でも、中に入られると治療が遅れてしまいます」相手役の目が揺れた。怜奈は一歩も引かなかった。カット。監督がモニターを見て言った。「いいですね。今は力じゃなく、踏みとどまっているのが見えました」&nbs